Slotpoker188.News – Mantan juara dunia MotoGP, Francesco “Pecco” Bagnaia, mengungkapkan bahwa keputusannya meninggalkan Ducati Lenovo Team ternyata bukanlah keputusan yang diambil secara mendadak. Pebalap asal Italia itu mengaku bahwa keinginan untuk mencari tantangan baru sudah muncul sejak MotoGP 2025, jauh sebelum akhirnya memutuskan mengakhiri kebersamaannya dengan pabrikan asal Borgo Panigale.
Pengakuan tersebut mengejutkan banyak penggemar MotoGP, mengingat Bagnaia merupakan salah satu ikon Ducati dalam beberapa musim terakhir. Bersama tim pabrikan Italia itu, ia berhasil meraih berbagai prestasi bergengsi dan menjadi salah satu pembalap tersukses dalam sejarah Ducati di era MotoGP modern.
Keinginan Hengkang Sudah Muncul Sejak 2025
Dalam sebuah wawancara, Bagnaia mengungkapkan bahwa sejak musim 2025 dirinya mulai merasakan kebutuhan untuk mencari tantangan baru dalam kariernya.
Meski masih menikmati balapan bersama Ducati, ia merasa telah mencapai banyak target bersama tim tersebut. Keinginan untuk berkembang di lingkungan yang berbeda perlahan tumbuh dan akhirnya menjadi keputusan yang benar-benar ia yakini.
Menurut Bagnaia, keputusan itu bukan karena kehilangan rasa hormat kepada Ducati, melainkan karena ia ingin keluar dari zona nyaman dan membuktikan kemampuannya bersama proyek baru.
Hubungan dengan Ducati Tetap Harmonis
Bagnaia menegaskan bahwa hubungannya dengan Ducati tetap berjalan dengan sangat baik hingga hari terakhir kebersamaannya.
Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh mekanik, teknisi, insinyur, dan staf tim yang telah mendukungnya selama bertahun-tahun. Baginya, Ducati bukan hanya sebuah tim, tetapi juga keluarga yang telah membentuknya menjadi salah satu pembalap terbaik di MotoGP.
Ia juga mengaku akan selalu mengenang setiap momen indah bersama Ducati, mulai dari kemenangan perdana hingga keberhasilan meraih gelar juara dunia.
Persaingan Ketat Jadi Salah Satu Faktor
Bagnaia juga mengakui bahwa persaingan yang semakin ketat di MotoGP turut memengaruhi cara pandangnya terhadap masa depan.
Kehadiran banyak pembalap muda berbakat serta perubahan dinamika di dalam tim membuatnya merasa perlu mencari tantangan baru agar tetap berkembang sebagai seorang pembalap.
Ia percaya bahwa keluar dari zona nyaman merupakan langkah penting untuk menjaga motivasi dan meningkatkan performa di lintasan.
Siap Membuka Babak Baru
Setelah memutuskan berpisah dengan Ducati, Bagnaia kini siap membuka lembaran baru dalam kariernya.
Ia berharap pengalaman panjang bersama Ducati menjadi bekal berharga untuk menghadapi tantangan berikutnya. Dengan pengalaman sebagai juara dunia dan salah satu pembalap paling konsisten di MotoGP, Bagnaia optimistis masih mampu bersaing di level tertinggi.
Warisan Besar Bersama Ducati
Selama membela Ducati, Bagnaia berhasil menorehkan berbagai pencapaian luar biasa.
Ia menjadi salah satu pembalap yang membawa Ducati kembali mendominasi MotoGP melalui berbagai kemenangan Grand Prix, podium, pole position, hingga gelar juara dunia. Kontribusinya menjadikan namanya akan selalu dikenang sebagai salah satu legenda modern Ducati.
Meski memilih berpisah, hubungan baik antara kedua belah pihak diyakini akan tetap terjaga.
Fokus Menatap Masa Depan
Kini Bagnaia memilih untuk fokus menghadapi tantangan baru dalam kariernya. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya tetap mampu bersaing di papan atas MotoGP meski tidak lagi membela Ducati.
Para penggemar pun menantikan bagaimana kiprah sang juara dunia di tim barunya dan apakah ia mampu kembali meraih kesuksesan seperti yang pernah diraih bersama Ducati.
Kesimpulan
Francesco Bagnaia mengungkapkan bahwa keinginannya meninggalkan Ducati sebenarnya sudah muncul sejak MotoGP 2025. Meski memiliki hubungan yang sangat baik dengan tim, ia merasa sudah waktunya mencari tantangan baru untuk melanjutkan perjalanan kariernya.
Kepergian Bagnaia menandai berakhirnya sebuah era yang penuh prestasi di Ducati. Namun, warisan yang telah ia tinggalkan akan selalu menjadi bagian penting dalam sejarah tim asal Italia tersebut.















